Wednesday, 29 April 2015

Putih-Oren

Ketika di suatu pagi aku berjalan menuju lift yang terus bergerak. Lantai satu, lantai dua, lantai tiga, lantai empat. Yah, ini sudah tak heran lagi. Dzikir angin yang selalu menemani. Terjaga aku dari semua bayang bayang, aku melihat sendu di wajahnya. Matanya cerah bahagia.
Oh Allah.... betapa aku tak bersyukur. 
Dia tersenyum, aku semakin getir.
"Pergi kelas kak?" dia bilang.
"Iya."aku mencoba ramah.
seketika aku berfikir, betapa binar matanya juga menginginkan untuk menuntut ilmu di kampung 'peradaban'. Betapa sesungguhnya dia turut bahagia melihat 'orang asing' ini menuntut ilmu, agar kelak bermanfaat untuk orang lain. 
Duhai dia yang selalu memandang ku dengan penuh semangat dan bahagia, kakak berseragam putih oren. Semoga kakak selalu dicucuri Rahmat-Nya.

-Negeri Menara Petronas-
29 April 2015
Teruntuk kakak berseragam putih oren, semoga kakak bahagia.

Tuesday, 28 April 2015

Gadis 'Nun' Jauh Disana

Ini adalah kisah dimana aku menuturkannya dengan segenap tangan yang tak berdaya. Nun disana, seorang gadis yang berjuang melawan penyakitnya
"Siapa yang mau menerima saya ?"
Aku masih diam, segala kata-kata yang ingin aku layangkan tersekat didalam hatiku. Semua lumpuh.
"Saya hanya ingin berbakti."
Aku harus apa, aku pun merasa teriris mendengar pernyataannya.
Aku hanya tak menyangka, gadis yang se-ceria ini, ternyata ada banyak luka di dalamnya.
Dia menuturkan perihal penyakitnya terhadapku. Oh, betapa aku merasa hina, betapa aku tak bersyukur selama ini, betapa ku tak memikirkan sisi lain kehidupan di dunia ini, dimana ada orang-orang yang Allah berikan ini sebagai tanda cinta-Nya, Rahmat-Nya tak akan pernah terputus.

"pasti ada, yang sholeh dan mencintai Allah tentunya."
Dia hanya tergagu, memandang ke arah jendela. Aku melihat banjir di pipinya menandakan harapan itu jauh di hujung senja.
Aku hanya berusaha meyakinkannya.
Aku melihat dirinya sudah tak tegar lagi, aku melihat matanya penuh kaca-kaca menyakitkan. Aku tak tahan melihatnya.
"Ini berbeda, tak seperti yang dibayangkan."
Semakin dia berkata semakin aku merasa tertampar.
"Mungkin aku hanya akan berbakti pada ibuku, aku akan menemani ibuku sampai penghujung."
Oh, ini semakin membuat jiwaku tertampar.
Wahai gadis nun jauh disana, ma'afkan aku. Aku tak bisa berbuat banyak.
"Tak banyak pintaku, sudi kiranya kau berbagi senyuman-mu pada ku. Aku sedang tidak sehat."
Duhai hati, akankah kau kuat jika kau berada di posisinya, akan kah kau sanggup.

Untuk gadis nun jauh disana, sekali lagi ma'af. Semoga seribu senyum ini tak membuatmu retak......

28 April 2015
-Negeri Menara Petronas-
Kisah gadis nun jauh disana

Friday, 13 February 2015

Journey of Hijrah

#GerakanMenutupAurat

Lagi semangat mau nge-share pengalaman hijrah hehe boleh lah ya.

Akhir tahun 2009, itu tepatnya pas UN SMP, udah ada niat untuk pake jilbab. Ehm, sebenarnya awal  niat pake jilbab karena banyak yang bilang kalau aku lebih cantik pakai jilbab (huahaha *pingsan*). Itu niatnya salah sih, tapi seiring nya waktu, aku terus mengkaji dan mencari pengetahuan tentang aurat wanita, bahwa jilbab itu perintah wajib dari Allah.

Awal-awal nya emak sempat ragu dengan keputusan aku memakai jilbab, tapi dengan yakin aku melangkah. Jilbab nya masih yang paris gitu, tapi yang aku favoritin adalah warna hitam, karena kainnya lebih tebal dan tidak transparan. Alhamdulillah, dapat rejeki jilbab yang tebal dan lebar dari saudara-saudara di singapore dan malaysia, hmm karena aku belum paham banget tentang jilbab yang chest covering, jadi aku gak terlalu peduliin lah. Mau tebal kek, lebar kek. Yang jelas aku nyaman banget pake yang gituan. Eitsss, tapi aku masi pake celana 'jin' lho, hikss walaupun baju panjang sampe selutut yah tapi tetap aja.
2010, jilbab udah chestcovering, pake celana 'jin' udah jarang, pake nya celana yang longgar2 kayak trening gitu, kadang2 celana emak yang dipake huaahhah. tapi belum pake kaos kaki, karena aku gak tau kalo kaki juga aurat.
2011, udah kelas 2 SMA jadi anak gaul gitu ceritanya. Anak labil iya kalee. jilbab kadang2 chestcovering, kadang2 enggak. waduh banyak cobaan nya. ngeliat teman modis dikit eh pingin gitu. tapi bersyukur dengan keadaan keluarga yang sederhana jadinya beli baju yang gamis murah2 aja, tapi cuma dipake pas lebaran. eh
2012, ini tahun yang indah. Bersamaan dengan ngikut momen MTQ sampai ke nasional, banyak hikmah dan pelajaran yang didapat. Langkah hijrah mulai dari sini. Celana 'jin' di lemari di buang habis sama abang (Abang mendukung banget dalam proses hijrah ini :') ) rok cuma punya 1 biji, gamis enggak punya. kaget dan nangis gara2 abang kayak gitu, tapi emak bilang 'nanti kita beli rok ya'.
yeaaaay, akhirnya punya lah beberapa rok. baju udah panjang selutut, tapi jilbab masi yg paris walaupun udah chestcovering yah tetap aja masih transparan. gak kehabisan ide, pake jilbab emak yang model instan yang gede2. disini udah mulai pake kaos kaki.
Dari sini, kekuatan cinta kepada Ilahi banyak diuji. Banyak cacian, sindiran dan ejekan. Duhai hati, kuat lah :') (ngomong sama diri sendiri)

2013, udah mulai pake gamis. Belum punya penghasilan, yang dipake ya gamis2 nya emak yang longgar2. sampe2 dibilang ibuk2 -__-. hehe.  Alhamdulillah di kasih rejeki sama Allah melalui tangan2 yang tak terduga. Jilbab masih paris tapi dilapis dua (liat tutorial) heheh
mau beli yang jilbab tebal gak tau dimana jualnya. Ikhtiar berlanjut, mulai nabung, nabung. Finally, dicicil jilbab lebarnya.
dari dulu emang gak suka warna cerah atau pastel, suka nya hitam, marun atau navy gitu, tapi, rejeki gak boleh di tolak ya. pemberian hadiah dari saudara se-ukhuwah, aaah manisnya.

2014, alhamdulillah makin kesini semakin yakin, bahwa semakin tertutup aurat semakin baik, kata abang gitu. bahkan wajah perempuan pun bisa menimbulkan fitnah. mulai berfikir ke arah cadar, tapi masih banyak yang harus dipertimbangkan hehe. hmmm sudahlah, semoga kita bisa istiqomah dalam menutup aurat ya ukhtifillah.
Menutup aurat itu pesan cinta langsung dari Allah....
Yuk, sama2 yuk kita menutup aurat. Sayangi diri kita sendiri.
sekian cerita journey hijrah aku.

#RandomPosting#Writing#Sharing#Is#Caring
~Dakwah~ Lillah, Fillah, Billah
#AkuCintaIslam
in hometown....

Wednesday, 19 November 2014

Dakwah is Love : Membumikan Peradaban Makrifat

  Sememangnya dakwah adalah cinta....
Pekerjaan dakwah ini, bukan lah jalan yang lurus, mulus dan halus tapi berliku, penuh duri, penuh cobaan, penuh tantangan, penuh ujian. Jika ada yang menyambut baik dakwah, maka ada pula yang begitu kontras dengannya.
Dakwah penuh duri, yah memang betul. Tapi, bukankah mawar yang cantik dan harum itu juga mempunyai duri?
Jangan jadikan duri itu belenggu, jadikan duri itu alat untuk berlatih setiap harinya, melatih kesabaran, keikhlasan, ketaatan, ketegaran. Bicara soal dakwah, siapa yang tak bergetar hatinya. Orang-orang yang terpilih dijalan ini, luar biasa ikatan ukhuwahnya.
 Dakwah.... cinta
Pendekatannya juga berbeda-beda, semua butuh proses :)
*udah melankolis aja*
eh ini serius.
Selalu senang dan rasa duhhhh Alhamdulillah ya Allah bahagianya.
Saat mendapat materi dari liqo', masih teringat quote nya murabbiyah "...kalau udah sholehah, jangan sholehah sendiri. Bagaimana cara kita mengajak sahabat-sahabat yang lain untuk menjadi sholeha juga. Agar bisa sama-sama ke syurga nantinya..."
Merasa diri ini belum cukup baik, bukan maksud menggurui tapi cuma mengingatkan dan mengajak teman-teman yang lain.
Yah, sebagai muslimah, usaha membumikan jilbab syar'i ini menjadi visi-misi yang yang digembar gemborkan. Melihat akan situasi dan kondisi zaman sekarang yang penuh dengan kontradiksi. Alhamdulillah, sekarang banyak gerakan-gerakan untuk membumikan jilbab syar'i.
Pendekatan-pendekatan ini dilakukan dari keluarga sendiri, teman-teman dan mulai lah ke masyarakat. Dengan banyak cara, dengan banyak tata cara, dengan banyak strategi. Huaaa...setelah mendengar kata-kata ini maka akan makin semangat untuk bergerak, yah because dakwah is love.
Kakak kandungku sendiri bilang "Aku sekarang mau pake jilbab panjang2 lah, lebih adem."
itu rasanya sampe melting2, senang aja gitu. Setidaknya, sedikit usaha perbaikan diri.
Saat teman-teman juga bilang:
"Ma, sekarang aku mau lebih menyempurnakan pakaian ku ke hijab syar'i."
"Ma, sekarang jilbab ku udah dilapis 2, udah tebal"
Perubahan-perubahan mereka yang hijrah menjadi lebih baik lagi, senang sekali melihatnya. Bersama saling mengingatkan dan memperbaiki diri.
Yang awalnya ndak yakin buat hijrah, karena tekanan sosial, takut dibilang sok alim, dibilang kayak ibuk-ibuk, jilbab panjang2 harganya mahal, nanti dibilang kayak karung goni bla bla bla.
Tapi dengan keyakinan dan niat, mereka dalam proses menuju hijrah. Sebenarnya masalah itu semua ada solusinya ukhti :) ndak penting penilaian manusia, yang penting penilaian Allah.
Semoga kita semua istiqamah ukhti, kalimat hijrah kalian menjadi salah satu alasan ku untuk tersenyum :)
Bersama membumikan peradaban makrifat!!

-19 November 2014-
#Negeri menara Petronas
Pertemuan di bus dengan salah seorang akhawat


Tuesday, 11 November 2014

Tanda Tanya : Bagaimana Bisa ?

Bagaimana Bisa......?
Hidup jauh dari al-Qur'an....
Yang menjadi lentera saat hati ini gelap
Yang menjadi pengingat saat jiwa kalap
Yang menjadi penghibur saat sedih
Yang menjadi sahabat hingga ke akhirat


Bagaimana Bisa....?
Jauh dari ALLAH
Betapa luas kasih sayang-Nya
Meski dalam keadaan berdosa sekalipun
kasih sayang-Nya masih tercurahkan
dalam keadaan kufur sekalipun
Rahmat-Nya masih meliputi bumi
Bagaimana Bisa....?

Bagaimana Bisa....?
Jauh dari Rasulullah
Kekasih ALLAH, habibullah
Shalawat dan salam ke atas nya
Yang mengajarkan ISLAM
Dari Jahiliyah hingga penuh cahaya
Dari penindasan hingga kedamaian
Dari penghinaan atas wanita hingga mengangkat derajat wanita

Bagaimana Bisa....?
Bagaimana Bisa....?
Inilah keagungan hidup
sebagai Seorang Muslim
Bagaimana Bisa...?
Tidak mencintai Din yang sempurna ini....
Bagaimana Bisa....?


#AkuCintaIslam

Monday, 10 November 2014

Opinion : Future Islamic Environment in Turkey

Sunday, 9 November 2014
   Today, i have class on 10 a.m for subject Science, Technology and Mankind. Our activity still presentation about every chapter. But, my lecturer ask my freinds to present as soon as possible within 15 minute. I wonder, what's happend today?
Then, after we finished our discussion for 45 minutes, my lecturer ask us to attend public levturer in our faculty. Woaaa, i see. I remember, at this time is public lecturer with professor from Turkey. Actually, i really want to attend this program. Alhamdulillah... finally.

 I write the attendace of participant. Enter the Al-dinawari seminar room at T02 FBME Cluster, UTM Skudai, JB. Even, the program already running, i still enthusias with this program.
This the main idea of the spech that i get
".... Two type that determine of personality of every nationalism, firstly is Geographic. Turkey as the bridge of two side have western and eastern region...... Secondly is historical culture with neighbour country (Iraq, Syria, Iran, etc)

Map of Turkey
...My dear freind, it's important to know environmental issue in oversease.
There're several principle want to developed in to Turkey whiches Increased security and democracy, zero problem within neighbour for example by diplomacy.
 Nowadays, Turkey divide into domestic part, regional part and international part.
The major problem is from "mentality" itself.
Also, we have to balance interaction between other country, like relation with Malaysia, Germany, China and others.
 This task, is not only for government, but the bussinesman, shareholder, political figures, this all segment do the the diplomacy for other country for collaboration. This goal to attain develped economy, stability. 
 We want the Turkey as bridge for Muslim Identity...."

After the spech, i heard several question and the forum like a two ways program.
Turkey is one of my dream, i want to go there, InsyaALLAH....
Hopely , i can realize my dream. I fall in love with Istanbul, the islamic environment, and the wonderful one Blue Mosque, Amin


#LatePost
#Semangat Berbagi#Belajar nulis pake bahasa bule#masih pemula


Friday, 7 November 2014

Opini : Antara Diksi dan Bakteri

Sekedar opini....
Sudah hampir satu tahun lebih menuntut ilmu di negeri Menara Petronas ini. Ada banyak kisah yang melayang, yang segera ingin ku tuang dalam tinta pena. Ah...
Heheh, ALLAH telah menjodohkan aku dengan jurusan Biologi Industri.
Senyum, Syukur dan Ikhlas.
Aku mulai jatuh cinta sama biologi.
Jaman SMA emang sih, cinta banget sama kimia, dan sampai sekarang kimia masih jelas teringat di ingatan ku.
Tapi aku yakin rencana Allah lebih indah. :)
Aku juga cinta banget sama membaca dan menulis, yah ibarat kata sastra lovers yang kuliah di jurusan biologi lah. Yang dulunya main-main sama diksi sekarang main-mainnya sama bakteri #eh.

Sebagian orang mungkin masih stranger dengan jurusan ini (observasi random ;D)
Misalnya nih yah, kalau di tanyak
Q : "kamu jurusan apa?"
A : "Biologi industri"
Q 1 : "wahh dahsyat ya"
Q 2 : "teruja nya saya, segan la dengan awak (bahasa lokal)"
Q 3 : "itu jurusan dekat mana ? fakulti apa" -___-
Q 4 : "Fantastic, mesti budak bio cemerlang punya kan?" O_o
Dan banyaaaaak lagi. Hmmm

Sejak disini, diksi-diksi mulai pudar, tapi kabar bahagianya dapat info mulai ada wadah yang menggabungkan sastra dan scientist. Bismillah... semoga terwujud.
Because now i love my course and meet again with my sastra.

#Random#Lagi semangat Nulis